Minggu, 07 April 2013

Memproses Move On

“Move On aja Bro! Move On! Move On aja Lek! Move On!”

Temen-temen gue sering ngasih kata-kata komen reply kayak gitu sama gue, tapi yang jadi pertanyaan, apakah yang lagi galau itu move on atau kagak? (Ini demi kepentingan gue dan para Galauers lainnya  sih untuk melakukan move on ato tidak?! He he he …Yuk kita move on!) *cingg*

Move On itu emang nggak gampang, palagi bagi Galauers!  Tapi bukan berarti nggak bisa. Move on itu bisa dilakukan ama siapa pun! Karena move on itu nggak gampang makanya gue juga nggak ngejar-ngejar Galauers nanya-nanya soal move on kayak data sensus, kamu udah move on belum sih? Nggak ‘kan?! Bukannya gue cuek gak perhatian tapi gue justru mau ngasih waktu sama para Galauers karena gue tau kalo move on adalah sebuah proses!

Memproses move on itu butuh waktu , semuanya tergantung dari kesiapan mental dan kekuatan tekad si Galauer itu sendiri. Ada yang yang butuh waktu lama, ada juga yang sebaliknya.

Move on emang sebuah proses, namanya juga proses, ya .. mau nggak mau harus dijalani dengan sabar, tekun, rela berkorban, konsisten dan ada komitmen. Liat aja kalo kamu abis jatuh tersandung lagi jalan trus terluka mengeluarkan darah. Begitu luka dan darah dibersihkan dari kotoran jalan, kan nggak langsung sembuh hilang bekasnya. Ada proses dimana darah harus berhenti, luka jadi mengering trus menghitam bahkan suka dibarengin juga rasa gatal ringan gak karuan, trus mengelupas, dapet kulit baru dsb.

Mau nggak mau sih, ya harus mau mengikuti proses itu kalo emang mau ada perubahan dalam hidup. Kalo nggak mau ngikutin proses, berarti nggak mau perubahan dong, alias menyerah! Jangan cengeng dan lemah gitu dong! Tunjukkin ama dunia kalo kamu itu bukan mahluk cengeng dan lemah.

Kunci emas yang paling dibutuhkan saat proses move on adalah dewasa dan sabar.

Bersikaplah dewasa dan sabar untuk menjalani proses move on. Apalagi kalo udah mengenal yang namanya jatuh cinta, ketertarikan dengan lawan jenis, merasakan kenyamanan pacaran … bersikap dewasa itu harus! Gak mau kan disebut anak-anak karena sikapnya kekanak-kanakan?

Pendewasaan diri itu datang melalui cara yang apik dan sulit. Kalo seseorang punya cara pandang dan bersikap dewasa, setiap masalah datang, dia nggak bakal kocar kacir nggak karuan,ngeluh menggerutu dan merasa bete karena dia tau harus gimana menyikapi masalah itu, makanya keliatannya apik. Tapi kalo seseorang yang nggak dewasa dan cara pandangnya lumayan aneh  berliku agak kanak-kanak, ya cara didewasakan melalui masalahnya yang keliatannya sulit untuk dipecahkan.

Yang bikin sebuah masalah itu kelihatan mudah dan sulit itu tergantung dari cara pandang kita bersikap.

Setiap masalah yang datang itu justru untuk memperbaiki diri kita, kayak tes aja … biar tau hasilnya bisa ato nggak melalui masa-masa sulit itu, kuat ato nggak menjalani tes itu. Kalo nggak dites, ntar nggak tau dong kekuatan diri dan mentalnya, kalao mau bertumbuh ya harus mau menjalani tes.

Jadi, mau move on ato nggak neh? Kalo nggak, yang rugi sendiri karena menghabiskan waktu berperang dengan pikiran negatif diri sendiri padahal dunia di luar sana indah looh. :)

0 comments:

Posting Komentar

KATAKAN APA YANG INGIN KAU KATAKAN, TULIS APA YANG INGIN KAU TULIS, SIMPAN APA YANG DAPAT KAU SIMPAN DARI BLOG INI :)

 
;